× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Caleg Muda Asal PSI Ini Ajak Pemilih Lebih Cerdas Dalam Menentukan Pilihan

Ketgam :  Mirkas caleg asal partai PSI Ketgam : Mirkas caleg asal partai PSI
KENDARI - (TEROPONGSULTRA) - Calon anggota legislatif (Caleg) muda dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mirkas mengajak masyarakat lebih cerdas dalam memilih wakilnya, pada pemilihan calon anggota legislatif (Pilcaleg) yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang.
 
Caleg DPRD Kota Kendari nomor urut 8 Dapil Kecamatan Wuawua-Kadia ini mengimbau masyarakat, agar tidak memilih figur yang mendewakan financial (uang) untuk memenangkan Pilcaleg. Menurut dia, Caleg yang terpilih di kursi DPRD Kota Kendari dengan cara membeli suara rakyat dalam hal ini memberikan uang kepada masyarakat untuk memilihnya, maka orang tersebut dipastikan tidak akan bekerja maksimal.
 
Hal itu dikarenakan caleg tersebut akan berpikir bagaimana caranya mengembalikan modalnya. Apalagi, membeli suara rakyat dengan cara money politik merupakan tradisi dalam Pemilu. Olehnya itu, masyarakat harus pintar memilih wakil rakyat yang berkualitas dan berkapasitas untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. 
 
"Makanya, sebagai warga, jangan tergoda dengan Caleg yang mendewakan duitnya," tegas pengurus Karang Taruna Kelurahan Anawai itu, Rabu 23 Januari 2019.
 
Selain itu, Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas ketidak adilan dalam pembangunan dan realisasi kebijakan Kepala Daerah yang dilakukan pihak eksekutif dan legislatif saat ini. 
 
"Perjuangan saya dimulai untuk menjadi wakil rakyat yang bisa memberikan solusi cerdas. Ini bukan perkara menang atau kalah, tapi keberanian kaum muda untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, ditengah gagap gempita dari kaum tua yang tak efektif lagi memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya," paparnya.
 
Lebih lanjut, mantan jurnalis ini menjelaskan, jika melihat kinerja para anggota DPRD Kota Kendari saat ini, yang dinilainya kurang optimal memperjuangkan aspirasi rakyat yang diwakilinya, maka figur muda lebih berpotensi memperjuangkan hak rakyat ketimbang Caleg "tua".
 
Ditanya terkait alasan dirinya meninggalkan profesi jurnalis dan memutuskan maju bertarung di Pilcaleg, Ketua Komunitas Jurnalis Jalan Jalan (KJ3) Sultra ini menerangkan, bahwa banyak hal yang perlu dibenahi dalam sistem parlemen di DPRD Kota Kendari saat ini. Seperti penempatan sarana infrastruktur dasar yang selama ini hanya terfokus pada lingkungan kediaman wakil rakyat saja, sehingga lingkungan lain yang tak ada anggota DPRD-nya hanya gigit jari, dan terpaksa menikmati fasilitas seadanya. 
 
Bukan hanya itu, banyak peraturan daerah (Perda), yang sudah melalui proses penyusunan dan pembahasan lalu ditetapkan, tidak dilaksanakan dengan baik. Padahal, pembuatan regulasi tersebut menelan anggaran dari APBD puluhan juta. Meski tak seberapa biayanya, tapi jika dikalikan dengan banyaknya Perda yang dihasilkan setiap periode totalnya bisa ratusan juta. "Kondisi ini dikwatirkan, para wakil rakyat yang ada hari ini, diduga kuat tak memperdulikan penerapannya dan hanya mengejar target prolegda semata. Atau bisa juga diduga hal ini justru dijadikan proyek," ucap caleg dari partai PSI itu.
 
Contohnya, masih kata Mirkas, Perda etika berbusana, Perda anak jalanan, Perda terkait penjualan Dolken dan berbagai regulasi lainnya yang tak efektif dilaksanakan. Anehnya, tidak ada juga desakan para anggota DPRD secara tegas, untuk penerapan regulasi tersebut. 
 
"Persoalan lainnya adalah kualitas dan kapasitas wakil rakyatnya yang tidak mumpuni. Sebagai seorang mantan jurnalis yang pernah bertugas di Kantor DPRD Kota Kendari, saya memahami dan melihat secara langsung, bagaimana minimnya wakil rakyat yang berkualitas dan memiliki kapasitas dalam memperjuangkan aspirasi yang diwakilinya," tutup pria yang akrab disapa Ikas Cunge.
 
Laporan : Zeno
loading...