× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Dinas ESDM Prov Sultra Gelar Focus Group Discussion Bahas Sultra Menyala

Ketgam : foto istimewa Ketgam : foto istimewa

KENDARI - Dinas Energi dan Sumber daya Mineral Provinsi Sulawesi tenggara menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema " Sultra Menyala" menuju masyarakat yang aman maju sejahtera dan bermartabat

Hadir dalam kegiatan Focus Group Discussion perwakilan dari PLN, Biro Ekonomi Prov Sultra, Bapedda Prov Sultra, DLH, Pariwisata serta tamu undangan lainnya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan

Kepala Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Prov Sultra (ESDM) Ir. Andi Asis dalam kesempatan itu mengatakan tujuan di gelarnya FGD tersebut guna melakukan terobosan dan percepatan ketersediaan daya listrik bagi masyarakat dan dunia usaha di Provinsi Sulawesi tenggara yang dapat mendorong percepatan pengembangan, pembangunan infrastruktur ketenaga listrikan menuju Sultra menyala

Kadis ESDM juga mengatakan dengan hadirnya Applikasi Sultra menyala, dirinya mengharapkan masyarakat bisa secara muda mengakses kondisi eksisting dari investasi dan efek ketersediaan tenaga listrik.

"Jadi Sultra menyala ini, nantinya menjadi Aplikasi yang memuat informasi informasi tentang ketenaga listrikan di Sulawesi tenggara,"jelasnya 

Sementara itu, Sekertaris jenderal Asosiasi Penambang Nickel Indonesia (APNI ) Meidy Katrin Lengkey mengatakan jika kita berbicara terkait kebutuhan listrik untuk industri hilirisasi Nickel wilayah sultra, nantinya akan terbangun sekitar 30 Perusahaan Smelter.

" Data yang kami miliki, hingga tahun 2025 sekitar 30 perusahaan akan membangun Smelter di Sulawesi tenggara. bahkan beberapa diantaranya saat ini sedang melanjutkan progres," kata dia Kamis 2/9/21

Lebih lanjut dia mengatakan jika melihat dari total kebutuhan pembangunan smelter yang nantinya berdiri sampai 30 inipun masih bertambah karena masih ada beberapa perusahaan yang sedang mengajukan proses perizinan

"Nah dari 30 perusahaan yang rencananya akan terbangun di Sulawesi tenggara, setidaknya satu line membutuhkan sekitar 20 sampai 30 Mega Watt listrik itupun tergantung kapasitas," pungkas dia

 

loading...