× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & Bisnis

Najamudin: Soal Insiden Karyawan Tertimbun Tanah Longsor Bukan di Wilayah Titik Koordinat IUP PT Akar Mas

Ketgam ; foto istimewa Ketgam ; foto istimewa

KENDARI (TEROPONGSULTRA) Kecelakaan kerja yang menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi tambang nikel di Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali terjadi.Kecelakaan kerja tersebut dikabarkan terjadi pada Senin, 30 Mei 2022 lalu sekitar pukul 07.30 WITA. 

Korban diketahui berinisial Y (42) seorang karyawan di PT Wali Inti Lestari (WIL), yang diberitakan tewas tertimbun tanah longsor di lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Akar Mas di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. 

Menanggapi hal tersebut, General Manager (GM) Perusahaan Pertambangan Nikel PT Akar Mas, Najamudin Majid angkat bicara. 

Najamudin menjelaskan bahwa insiden kecelakaan kerja tersebut terjadi di luar titik koordinat wilayah IUP PT Akar Mas. hal itu bisa dipastikan dengan melihat peta wilayah IUP PT Akar Mas. 

"Kita berbicara fakta, by data bahwa kejadian itu, sangat jelas berada di luar titik koordinat IUP PT Akar Mas," kata dia saat dihubungi via telepon, Selasa, 31 Mei 2022.

"Bisa dilihat di peta bahwa lokasi kejadian berada di luar titik koordinat IUP PT Akar Mas," tegasnya

Najamudin menjelaskan, persoalan kecelakaan kerja pertambangan merupakan wewenang inspektur tambang untuk melakukan penyelidikan. 

"Inspektur tambang punya kewenangan kalau bicara tambang, terjadinya kecelakaan kerja sampai jatuh korban atau terluka parah itu inspektur tambang punya kewenangan," jelasnya. 

Naja juga menambahkan bahwa pihaknya tidak memiliki hubungan hukum dengan PT WIL. ,"PT WIL tidak punya hubungan hukum dengan PT Akar Mas," ucapnya. 

Ia bahkan menegaskan bahwa pihaknya tidak mengenal PT WIL." Akar Mas tidak tau siapa PT WIL," pungkasnya.

 

(TIM)

loading...