× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & Bisnis

Proyek Infrastruktur Talud Mubar Diprediksi Jadi Penyumbang Kerugian Besar Bagi Masyarakat Setempat

Potret Pembangunan Talud di Desa Lafinde, Muna Barat. Foto: Idham Potret Pembangunan Talud di Desa Lafinde, Muna Barat. Foto: Idham

Mubar, TeropongSultra –Proyek infrastruktur Talud yang di inisiasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Muna Barat (Mubar), Desa Lafinde, Kecamatan Barangka dipastikan akan menyumbangkan kerugian besar bagi msyarakat yang bermukim di sekitar kawasan proyek tersebut.

Pasalnya, Talud yang berfungsi sebagai konstruksi penahan tanah dari bahaya banjir itu, justru menimbulkan efek domino bagi lingkungan setempat, dikarenakan infrastruktur proyek tersebut dibangun tanpa drainase atau saluran yang berfungsi mengurangi kelebihan air, baik yang berasal dari air hujan, rembesan, maupun kelebihan air irigasi dari kawasan tersebut.

Salah satu warga Desa Lafinde yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hampir setiap Tahun desa tersebut jadi langganan banjir. Adanya proyek ini menurut salah satu warga ini, semakin mengindikasikan bahwa selain mengabaikan unsur kajian kerusakan lingkungan, Pemda Mubar juga dianggap mengabaikan aspirasi warga setempat .

“Yang menjadi pertanyaan bagi kami, pembangunan tersebut tidak ada musyawarah bersama warga, tiba-tiba lahan kami digusur. Ironisnya, hanya sebagian warga yang mendapatkan ganti rugi lahan. Dan kalau hanya Talud yang dibangun, otomatis rumah dan tanaman warga yang akan terendam,” katanya kepada awak media, beberapa waktu lalu, (24/12/2017).

Sementara itu, kontraktor pembangunan talud, Zakaria saat dihubungi oleh awak media melalui akun whatsappnya, tidak memberikan jawaban apapun. Aksi bungkam kontraktor ini semakin menambah kegelisahan warga. Padahal, persoalan tersebut bahkan telah di suarakan oleh puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Pemerhati Pembangunan Mubar (APPPM), dengan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), beberapa waktu silam.

Koordinator lapangan, Darlan Cordoba dalam orasinya saat itu lantang menyuarakan bahwa Pemda Mubar membangun tanpa memikirkan resiko dan dampak bagi warga setempat.

Talud itu, menurutnya harus dibangun dengan drainase, untuk mencegah kelebihan debit air, pada saat musim penghujan. 

“Kami tidak menolak pembangunan Talud, tapi Pemda harus memikirkan juga prioritas lain yang tidak kalah pentingnya, bisa dipastikan kalau hanya membangun Talud tanpa drainase, volume banjir bukan berkurang, tapi bertambah, yang merasakan dampaknya siapa? jelas warga setempat!!!" teriaknya.

Mewakili aspirasi warga setempat, APPPM saat itu mengimbau kepada Pemda Mubar untuk memberikan solusi pasti dan jaminan bagi warga atas persoalan yang dianggap berlarut-larut tersebut.

Aspirasi dari APPM ini memang diterima langsung oleh Sekretaris DPRD Mubar, Muh, Asbar. Namun, ironisnya, anggota dewan yang berkompeten menerima aspirasi ini justru dikatakan Asbar, sedang sibuk melakukan perjalanan dinas.

“Nanti saya sampaikan kepada anggota DPRD yang lain termasuk pimpinan, soalnya mereka lagi perjalanan dinas,” katanya singkat.

Sementara itu, kontraktor proyek Talud tersebut, Zakaria, diketahui telah mengganti rugi lahan warga secara tidak merata, hanya sebagian warga saja yang mendapat kompensasi atas proyek tersebut. Anehnya lagi, papan proyek Talud tidak dipasang semenjak awal pekerjaan Talud dimulai. Pihaknya baru sibuk memasang plang proyek setelah APPM menggelar aksi demonstrasi.

 

Laporan: Idham

Editor: Nilam

loading...