× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & Bisnis

Radiman Mattang Sebut Rusmin Liga Diduga Kembali Lakukan Manuver Setelah Kalah Dalam Putusan

Radiman Mattang Radiman Mattang

KENDARI, (TEROPONGSULTRA) Polemik sengketa lahan yang terjadi di Kel. Mokoau Kec. Kambu Kota Kendari kini menemui titik terang setelah adanya putusan inkracht yang berkekuatan hukum.

Meski telah ada putusan yang berkekuatan hukum, namun Rusmin liga diduga masih terus melakukan berbagai manuver untuk mengganggu putusan tersebut 

Hal tersebut di sampaikan oleh Radiman Mattang melalui rilis resminya yang diterima awak media ini selasa mei 2023 

Radiman Mattang menuturkan bahwa eksekusi tanah, seyogyanya dilaksanakan pada Tahun 2021 yang lalu, tapi karena adanya perlawanan dari Sdr. Aminuddin dan Reza Hery, dan melalui mediasi pengadilan kami bersedia menyerahkan tanah yang diklaim oleh pelawan.  

Akan tetapi kata Radiman, pelawan menolak dan bersikukuh untuk melanjutkan perkara, sehingga kami menduga adanya keterlibatan Muh. Rusmin Liga atas Perlawanan tersebut

" Kami menduga ada keterlibatan Rusmin liga. sebab, ketika kami akan menyerahkan obyek tanah yang Sdr. Aminuddin dan Reza Hery klaim mereka tidak mau bahkan mereka ingin kasus ini tetap lanjut dan akhirnya kedua orang tersebut juga kalah di tingkat pengadilan negeri hingga kasasi, " ujar Radiman Mattang dalam keterangan tertulisnya 

Tidak hanya itu, perlawanan pun juga muncul dari Sdr. Firmansyah Umar, yang mengklaim sebagian kecil dari obyek tanah tersebut, namun lagi lagi mereka akhirnya kala di semua tingkatan sampai dengan kasasi dan inkracht.

Lanjut Radiman Mattaang, masih merasa tidak puas, Muh. Rusmin Liga diduga kuat terlibat dalam intimidasi yang dialami oleh salah satu rekannya sesama pemilik tanah yang merupakan ahli waris dari Alm. Yuddin dimana, yang bersangkutan didatangi oleh orang tak di kenal dan memaksanya menandatangani Surat Pernyataan bahwa dia tidak memiliki tanah pada obyek dimaksud, dan saat ini kasus tersebut sedang dalam penyelidikan Polsek Poasia.

" Kami menduga orang yang melakukan intimidasi kepada ahli waris adalah orang suruhan," tambah Radiman 

Lebih lanjut dia menjelaskan hingga akhirnya pasca eksekuasi muncul gugatan Sitti Yati,dkk yang kembali menggugat sebagian dari obyek tanah tersebut, dan anehnya Surat Pernyataan di maksud diajukan sebagai bukti di pengadilan, sehingga disinyalir Sdr. Muh. Rusmin Liga berada dibalik gugatan tersebut, dan menguatkan dugaan keterlibatannya pada intimidasi yang dialami oleh rekan kami sesama pemilik.

Terlebih lagi dibeberapa gugatan Muh. Rusmin Liga turut tergugat, sehingga terkesan salah satu pihak yang menang tetap bagian dari mereka. Namun berdasarkan fakta persidangan gugatan tersebut kami menangkan sampai dengan Putusan Pengadilan Tinggi yang inkrach, karena hingga batas waktu mereka tidak melakukan upaya kasasi. Jadi Putusan diatas obyek tersebut sudah 12 Putusan dan semua kami menangkan. Tegas Radiman.

Radiman juga membeberkan belum lama ini, pihaknya kembali mengalami gangguan diatas tanah miliknya Baliho pengumuman kepemilikan tanah dan alat berat yang kami sewa dirusak oleh orang tak dikenal, oleh karena banyaknya kejadian yang kami alami, patut diduga adanya keterlibatan Muh. Rusmin Liga, namun untuk membuktikan saat ini kami sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kota Kendari dan sedang dalam penyelidikan. Terkini adalah laporan Sdri. Wahaderan yang diduga kuat ditunggangi oleh Muh. Rusmin Liga.

Berdasarkan rentetan kejadian tersebut tandas dia, maka kuat dugaan bahwa Muh. Rusmin Liga melakukan manuver ala “Mafia” sebagai bentuk ketidak kepatuhannya terhadap putusan hukum

Sementara itu, Salah satu pemilik lahan Karmuddin mengatakan, Muh. Rusmin Liga berdalih bahwa obyek sengketa bukan diatas tanah tersebut, itu lucu, karena sejak Pemeriksaan Setempat (PS), Penyitaan, sampai dengan eksekusi pengosongan oleh pengadilan, yang ikut dihadiri pihak Muh. Rusmin Liga, obyek tersebut tidak pernah berubah.

Selanjutnya atas pengakuannya bahwa sertifikat tidak terkait dengan tanah sengketa atas dasar surat. Keterkaitan dimaksud adalah tidak ada kaitan secara hukum, bukan keterkaitan obyek, dan faktanya Muh. Rusmin Liga mengajukan semua sertifikat miliknya sebagai bukti di Pengadilan dan kalah, Kami juga sudah mempertanyakan ke pengadilan perihal surat tersebut, dengan tegas pihak pengadilan menjelaskan bahwa Putusan kedudukannya jauh lebih tinggi dari surat tersebut, sehingga yang menjadi rujukan tetap Keputusan, dan Putusan bukan untuk di dikaji atau di komentari, akan tetapi Putusan hanya untuk dijalankan sesuai amar yang ada dalam Putusan. jelas Karmuddin.

Dia juga menambahkan saat ini pihaknya disarankan untuk melakukan pembatalan penerbitan sertifikat diatas obyek tanah dimaksud. dan saat ini proses pembatalan sedang berjalan tinggal menunggu persetujuan kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tenggara. tutupnya.

Hingga berita ini di publikasikan, awak media masih berupaya untuk mengklarifikasi ke pihak terkait 

loading...