× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Diduga Jadi Bandar Sabu, 2 Pemuda Asal Bombana dan Kendari diringkus BNNP Sultra

Kabid Pemberantasan BNNP Sultra AKBP Bagus Hari,saat rilis penangkapan  YM dan SL. Foto: Istimewa. Kabid Pemberantasan BNNP Sultra AKBP Bagus Hari,saat rilis penangkapan YM dan SL. Foto: Istimewa.

Kendari, TeropongSultra.id-2 Pemuda yang masing masing berinisial YM (29), asal Kabupaten Bombana, dan SL (29) yang berdomisili di Kota Kendari, diringkus oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, Kamis (15/2/2018). Keduanya diringkus setelah pihak BNNP Sultra mendalami informasi dari masyarakat.

Pihak BNNP Sultra kemudian melakukan penyelidikan terhadap laporan tersebut. Hasilnya, kedua pemuda itu berhasil diamankan oleh petugas beserta barang buktinya.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sultra, AKBP Bagus Hari, dalam rilis resmi BNNP, Kamis (15/2/2018), mengungkapkan bahwa penangkapan kedua pemuda terduga bandar sabu ini dilakukan di waktu dan tempat yang berbeda.

"YM, warga Dusun III Talabente, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Bombana, ditangkap pada hari Senin sekitar pukul 21.00 Wita, di Bombana. Sedangkan SL, yang berdomisili di Jalan Mekar Baru, Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kendari, ditangkap pada Selasa 13 Februari 2018 sekitar pukul 23.00 Wita, di Kendari," ungkap Bagus.

Adapun barang bukti yang berhasil disita dari tangan YM berupa 0,27 gram narkotika jenis sabu yang dikemas dalam plastik bening, 18 lembar plastik kosong yang diduga digunakan sebagai wadah penyimpanan sabu, sebuah alat isap sabu (bong), 4 korek gas, uang sebanyak 300 ribu rupiah, 1 unit handphone, dompet, dan kartu ATM.

Sementara barang bukti yang diamankan dari SL yakni 2,5 gram narkotika jenis sabu, 3 sachet kosong, 1 sachet kecil masing-masing berwarna hitam dan kuning, pipet plastic sendok sabu, 4 lembar buku transfer tunai, 1 dompet hitam, 2 unit handphone, serta uang tunai sebesar 150 ribu rupiah.

Atas perbuatannya, kedua pemuda yang masing-masing berprofesi sebagai Honorer dan Supir ini, terancam sanksi dari Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 Tahun dan maksimal 20 Tahun penjara.

 

Penulis: Dika

Editor: Nilam

 

loading...