× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & Bisnis

Dua Oknum PPS Konsel dipecat Karena Lakukan Pelanggaran Ini

Ketua KPU Kabupaten Konawe Selatan, Herman. Foto: Istimewa. Ketua KPU Kabupaten Konawe Selatan, Herman. Foto: Istimewa.

Kendari, TeropongSultra.id-Yusuf Sawari, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Benua Utama Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Provinsi Sultra, diberhentikan secara tidak hormat dari jabatan Ketua PPS yang baru dimandatkan sejak November silam.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Konawe Selatan, Herman, mengatakan bahwa Pemecatan atas Yusuf dilakukan karena terbukti melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 dan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Tahun 2015 tentang tata kerja PPK dan PPS.

"Jadi Yusuf terbukti melanggar fakta integritas dan aturan yang ditetapkan oleh KPU, bahwa sebagai lembaga penyelenggara Pemilu, tidak dibenarkan berpolitik praktis, apalagi terang-terangan mengupdate foto selfie dengan salah satu kandidat calon Kepala daerah di media sosial," kata Ketua KPU Konawe Selatan, Yusuf, saat diwawancarai awak media, di Kendari, Senin (29/1/2018).

Selain Yusuf, satu lagi anggota PPS Desa Laikaaha, Konsel, yang juga diberhentikan karena melanggar aturan. Adalah Muh Aris, yang diketahui mengabaikan tugas dan perintah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk mengikuti Apel Coklit serentak yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.

"Muh Aris, diberhentikan karena membantah perintah PPK saat Pencoklitan di desa Ranomeeto. PPK saat itu memanggil PPS dan PPDP untuk mengikuti apel serentak. Tapi Ketua PPS Benua Utama, atas nama Muh. Aris ini, tidak mengindahkan perintah PPK," urai Herman.

Kasus Yusuf dan Aris, menurut Herman, telah memberikan contoh buruk dalam penyelenggaraan Pilkada kali ini. Karena itu, setelah melalui tahap pleno, hingga berita acara, Yusuf dan Umar Aris akhirnya resmi diberhentikan dari jabatannya masing-masing.

Belajar dari kasus keduanya, Herman juga menegaskan kepada seluruh instrumen penyelenggara Pemilu, agar patuh terhadap aturan. Selain itu, untuk menghindari agar kejadian yang sama tidak berulang, seluruh petugas penyelenggara Pemilu diimbau agar menjaga netralitas dan independensi dalam semua tahapan dan momentum Pilkada serentak.

"Jadi setiap instrumen penyelenggara Pilkada, Pilgub, ataupun Pilpres, wajib mematuhi aturan, dan sebisa mungkin menjaga sikap, independensinya, serta memberikan contoh yang baik bagi masyarakat, tugas ini adalah amanah, bukan untuk dijadikan lelucon atau dianggap main-main," tegas Herman.

Terhitung sejak hari ini, masing-masing anggota PPS yang diberhentikan, yakni Yusuf dan Aris, telah digantikan oleh PPS Pengganti Antar Waktu.

Yusuf sawari digantikan oleh Erwin, sedangkan Umar aris, digantikan jabatannya sebagai Ketua PPS Laegaha, oleh Resmin.

 

Laporan: Dika

Editor: Nilam

loading...