× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Dugaan Korupsi Bibit Konut, Jaksa Hadirkan Tiga Saksinya

Foto terdakwa dipersidangan Dok. Andi Fahrul Foto terdakwa dipersidangan Dok. Andi Fahrul

KENDARI, TeropongSultra.id - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati), Sulawesi Tenggara (Sultra). Mengadirkan tiga saksinya terkait Kasus dugaan korupsi pengadaan bibit kabupaten Konawe Utara (Konut) tahun 2015 lalu, oleh dua terdakwa Ketua tim pemeriksa barang Lili Jumartin dan Zaenab, yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dishut Konut.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kendari, Senin, (4/12/2017) dipimpin langsung Majelis Hakim Irmawati Abidin SH MH, dan hakim anggotanya Darwin Panjaitan SH dan Dwi Mulyono SH.

Selain itu, dalam agenda sidang pemeriksaan saksi dari jaksa tersebut, dihadiri pula oleh Kuasa Hukum terdakwa Risal Akman SH.

Sebelum berlangsungya sidang, JPU Kejati Sultra, Abuhar SH, menjelaskan bahwa ketiga saksi yang dihadirkannya itu, yakni untuk memberikab keterangan terkait peran terdakwa selaku pemeriksa barang dalam proyek bibit tersebut.

" Untuk hari ini kami telah menghadirkan tiga saksi, yakni  Imran selaku PNS Dinas Kehutanan (Dushut) Provinsi Sultra, Mulyadi Honorer Dishut Konut, dan Pengawas lapangan pengadaan proyek bibit Jati, La Ode Muhammad Said, yang mulia, "ungkapnya di hadapan Majelis Hakim.

Dalam agenda pemeriksaan saksi dari JPU itu, tiga saksi terlebih dahulu dipertanyakan statusnya oleh Majelis Hakim, terkait dengan kedua terdakwa itu.

" Apakah para saksi kenal sama kedua terdakwa, dan ada hubungan keluarga?, "kata Irmawati Abidin,

Ketiganya pun spontan menjawab pertanyaan Majelis Hakim, "kami kenal, tapi kami tidak punya hubungan keluarga dengan kedua terdakwa, "jelas tiga saksi tersebut.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu selain kedua tersangka tersebut, Mantan Kadishut Konut, Amiruddin Supu selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), telah diperiksa penyidik Polda Sultra karena diduga terlibat dalam melakukan korupsi pengadaan bibit jati, eboni, dan bayam pada 2015 lalu, dengan total anggaran lebih dari Rp 1,1 miliar dari APBN.

Selain itu, akibat adanya penyimpangan proyek tersebut, berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sultra, negara dirugikan sebesar Rp 700 juta.

 

Laporan : Andi Fahrul

Editor     : Kevin

 

 

 

 

loading...