× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Empat Lembaga Desak Kejati Sultra Tahan Tersangka Kasus Rekayasa Lalin di Wakatobi

Ketgam : foto istimewa Ketgam : foto istimewa

KENDARI - Empat Lembaga di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yakni Barisan Aktivis Keadilan (Bakin ) Sultra, Kesatuan Pembela Rakyat, (KPR), Gerakan Pemuda (GP) Sultra dan Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) Sultra mendesak Kejati Sultra untuk segera menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi rekayasa Lalin di Wakatobi yang berinisial H dan L

Dalam konfrerensi persnya, keempat lembaga yang sejak awal getol mengawal kasus tersebut, meminta Kejati Sultra, untuk segera menahan 2 (dua) orang tersangka itu 

Ketua Bakin Sultra, La Munduru menjelaskan hingga saat ini, kedua inisial yang ditetapkan tersangka oleh Kejati Sultra belum diketahui publik. Hal tersebut, tentunya dapat menimbulkan pertanyaan besar di benak masyarakat tentang siapa kedua orang tersebut 

" Siapa inisial H dan L yang ditetapkan sebagai tersangka kami ingin agar publik mengetahuinya, " jelas La Manduru saat menggelar konferensi pers Selasa 6/4/21

Tidak hanya itu, ke empat lembaga ini juga mendesak Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Ali Mazi, SH untuk segera menonaktifkan oknum pejabatnya yang telah dinyatakan tersangka, sehingga tersangka fokus menghadapi persoalan hukumnya.

"Kami khawatir jangan sampai inisial H dan L ini adalah pejabat yang memiliki potensi mengelola anggaran. Kalau itu benar, potensi mengulangi perbuatannya sangat besar," cetusnya 

Lebih lanjut La Munduru mengatakan publik juga menanti kejelasan inisial H dan L yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sultra 

Sebelumnya, Kejati Sultra menetapkan dua orang tersangka dengan inisial H dan L dalam kasus dugaan Korupsi manajemen rekayasa lalu lintas di Kabupaten Wakatobi tahun 2017 lalu.

Melalui Kepala Seksi (Kasi) Penegakan Hukum (Penkum) Kejati Sultra Dody menegaskan, setelah menetapkan dua tersangka, Kejati Sultra sedang menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa keuangan Provinsi (BPKP) Sultra.

Mengenai siapa inisial H dan L yang dijadikan tersangka itu, Kasi Penkum Kejati enggan menerangkan lebih jauh dengan alasan menghargai hak-hak tersangka dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Saat dikonfirmasi kapan dilakukan penahanan, Kasi Penkum mengatakan belum dilakukan, namun ke dua tersangka akan segera diperiksa.

"Kedua tersangka akan kami periksa Minggu depan," tegasnya saat itu.

Perlu diketahui, Kasus dugaan korupsi proyek rekayasa Lalulintas di Wakatobi itu merupakan kerjasama antara Dinas Perhubungan Sultra da LPPM UHO.Saat kasus ini bergulir, Kejati telah memeriksa sejumlah saksi baik itu pihak Dishub Sultra maupun LPPM UHO.

 

 

Laporan: Tim.

loading...