× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & Bisnis

Ini Penjelasan BNN Sultra Soal Status Talent Liquid-Clarion yang Terjaring Razia Narkoba

Humas BNN Sultra, Adisak. Foto: Ian Humas BNN Sultra, Adisak. Foto: Ian

Kendari, TeropongSultra-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyatakan bahwa ke 4 orang yang terbukti positif menggunakan Narkoba saat Razia Cipkon oleh Polda Sultra-BNN dan jajarannya beberapa waktu lalu, kini tengah diproses untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan.

4 orang tersebut, di tes urine secara terpisah. 1 orang ditemukan di THM Karaoke Nav, sementara 3 lainnya di Liquid-Clarion Kendari. Dua diantaranya positif menggunakan Narkoba jenis Shabu, sementara dua orang lainnya terdeteksi positif menggunakan Benzo.

"BNNP pada saat itu bertugas sebagai tim pemeriksa urine, ternyata awalnya 4, 1 laki-laki di temukan di karaoke Nav, 3 lainnya perempuan, kami razia di Liquid-Clarion. 2 positif Shabu, 2 ladies positif Benzo. Yang terindikasi positif Shabu ini kita bawa dulu ke Polda untuk dilakukan pendalaman, penyidikan. Sementara 2 lainnya diserahkan ke BNN," ungkap Humas BNNP Sultra, Adisak, saat ditemui awak media di Kendari, Rabu (27/12/2017).

Selain menyebutkan ke empat penyalahguna zat adiktif itu, Adisak juga mengakui bahwa dua diantara pengguna yang terdeksi positif Narkoba dalam tes urine beberap waktu lalu, kini bebas beraktifitas menjalani profesinya. Menyoal status keduanya, BNNP menyatakan bahwa berdasarkan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009, kedua talent Liquid ini boleh bekerja dengan status rehabilitasi rawat jalan. Sementara, dua orang lainnya menurut Adisak, kini dalam penanganan Polda Sultra.

"Jadi yang duanya sudah diserahkan ke kita untuk pemantauan selanjutnya dengan rawat jalan. untuk sementara yang positif Benzo diwajibkan lapor dengan rehabilitasi rawat jalan di Klinik Pratama BNNP Sultra, sekurang-kurangnya 8 kali pertemuan. Kalau dia serius mengikuti proses rawat jalan ini, dia bisa saja pulih, setelah itu keduanya masih harus mengikuti tahapan pasca rehabilitasi," urainya.

Kendati mengaku telah memberlakukan penanganan rehabilitasi rawat jalan, BNNP tidak menampik masih kesulitan untuk melakukan pengawasan penuh terhadap penyalahguna barang haram tersebut.

"Kita tidak bisa mengawasi setiap saat, makanya kita sering melakukan razia, kalau sampai kedapatan lagi, kita assesment lagi lebih lanjut. Bahkan ada beberapa orang yang putus rehab, lalu kembali mengulangi, kita juga masih kekurangan SDM dan masih terbatas di alat medis untuk tes urine ini," ungkapnya.

Untuk diketahui, 2 Talent Liquid yang terjaring dalam razia Cipkon oleh Polda-BNN Sultra beberapa waktu lalu terindikasi memakai obat penenang yang terkandung dalam senyawa Benzodiazepin. Senyawa ini kerap digunakan untuk mengatasi gangguan tidur (obat penenang), gangguan kecemasan, dan gangguan suasana hati. Benzodiazepin ini memiliki efek sedatif atau menenangkan. Obat-obatan inilah yang digunakan oleh dua talent tersebut.

Adisak mengatakan bahwa Kedua Talent ini tidak direhabilitasi rawat inap dengan alasan membawa serta resep dokter. sementara 2 orang lainnya yang terdeteksi positif sebagai pengguna Narkoba jenis Shabu, juga direhabilitasi rawat jalan tanpa penangkapan dengan dalih tidak ditemukannya barang bukti.

"Ke empat orang ini memang tidak terbukti membawa paket obat-obatan, makanya tidak ditangkap. Karena itu, dari Assesment Polda dan jajaran yang terlibat, ke empatnya dibebaskan dengan syarat rehabilitasi rawat jalan," jelasnya.

 

Laporan: Dika

Editor: Alifiandra

loading...