× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Oknum Kepsek SMA di Bandung Cabuli Siswi di Ruang Kerjanya

Ketgam : foto istimewa Ketgam : foto istimewa

 

BANDUNG,TEROPONGSULTRA,  Sekolah merupakan lembaga atau institusi yang membantu menumbuh kembangkan ilmu, potensi dasar dari siswa  peserta didik. tidak hanya dalam aspek ilmu intelektual, akan tetapi juga dalam aspek kepribadian, tingkah laku, tata krama dan budi pekerti juga diajarkan disekolah.

Sekolah tidak hanya memberi nilai nilai akademik atau peringkat pada siswa, lembaga ini juga memiliki fungsi untuk memberikan pelayanan dan membimbing, mendidik dan mengajar para peserta didik agar memiliki sifat  tingkah laku yang lebih baik.

Akan tetapi, citra Pengajar justru dicoreng oleh  okmun Kepala sekolah di mana, bukanya menjadi panutan justru membuat hal-hal yang sangat memalukan,  dikutip dari laman Beritaplatmerah.com, Aksi pencabulan oleh kepala sekolah terhadap muridnya,  kali ini kembali terjadi. Seorang siswi yang duduk di kelas 3 sma. korban yang di ketahui berinisial WA (17) menjadi korban pencabulan Kepala Sekolahnya sendiri  AL (41) yang sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Bandung.

Modus yang dilakukan oleh tersangka dalam melancarkan aksinya dengan menyuruh korban WA membersihkan kantornya yang berada di lantai dua berdekatan dengan asrama putri.

Menurut keterangan sumber, saat WA mulai membersihkan ruangannya lantas pelaku datang dan meraba bagian sensitif WA hingga membuka bajunya.

Berdasarkan hasil visum dari Kepolisian, bahwa benar WA telah mengalami pelecehan seksual dari AL.

Pengakuan tersangka, dia sudah melakukan aksi tersebut sejak bulan Mei hingga November 2017.

“Pelaku mengaku lima kali mencabuli WA, namun WA mengaku sudah 10 kali dilecehkan AL,” kata Kasatreskrim Polres Bandung, AKP Firman Taufik, Rabu (10/1/2018).

Akibat perbuatan pencabulan yang dialaminya, WA melaporkan AL ke Polisi pada Rabu (3/1/2018).

WA tetap melaporkan AL walaupun ia mengaku diancam AL jika membocorkan kejadian yang menimpanya ke orang lain.

“WA kan sudah kelas tiga SMA, beberapa bulan lagi akan ujian akhir (UNBK), kalau WA bercerita ke orang lain, maka ujiannya akan dihalangi dan ditunda,” kata AKP Firman Taufik, Rabu (10/1/2018).

Terdapat 300 orang santri yang ada di asrama pondok pesantren tersebut.

Dari hasil pengembangan kasus, ada sekitar lima orang korban sudah melaporkan kejadian yang sama kepada pihak Kepolisian.

Korbannya ada yang telah lulus dari sekolah tersebut, dan ada yang satu angkatan dengan WA di sekolah.

Seorang korban yang sudah lulus berinisial M, mengaku tahun 2015 pernah dicabuli AL.

AKP Firman Taufik mengatakan bahwa pelaku AL masih berstatus bujangan dan menjabat sebagai kepala sekolah di pesantren tersebut.

Akibat perbuatannya, tersangka AL akan dijerat pasal 81 dan atau 82 Perppu UU RI No 1 tahun 2016 tentang perlindungan anak, dengan hukuman pidana minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Kapolda Jabar mengimbau agar pihak media tidak mendatangi korban pencabulan tersebut karena saat ini korban telah dilindungi.

Para korban pencabulan tersebut saat ini telah ditangani oleh pihak P2TP2A.

 

Sumber : beritaplatmerah.

Editor.    : Bule sky

loading...