× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Pelaku Penganiaya Kasmawati Diduga Alami Gangguan Jiwa

Foto: Ilustrasi Foto: Ilustrasi

KENDARI, (TEROPONGSULTRA) - Usai menganiaya Kasmawati (37) hingga meregang nyawa dengan menggigit lehernya, pelaku yang tidak lain suami Kasmawati, Jumardin (43) langsung melarikan diri.

Jumardin melarikan diri ketika mendengar teriakan anaknya sendiri yang meminta pertolongan warga sekitar yang diketahui oleh anaknya telah mengaiaya istrinya.

Sekitar pukul 12.30 Wita personil Polsek Wundulako yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Wundulako, AKP Bachtiar Thayeb yang dibantu
personil Polres Kolaka melakukan pencarian dan berhasil mengamankan pelaku.

Kabid Humas Polda Sultra, AKBP Harry Goldenthardt mengatakan setelah mengamankan pelaku dalam hal ini suami Kasmawati, pelaku kemudian digiring ke Mapores Kolaka guna menjalani proses hukum.

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan serta pengumpulan alat bukti lain yang ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi," ujar AKBP Harry melalui press releasenya, Rabu (04/09/2019).

Selanjutnya, pelaku dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari dengan pengawalan personel Polres Kolaka. Di RSJ, pelaku dilakukan observasi dan di tempatkan pada ruang isolasi oleh dokter untuk dua minggu kedepan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kasmawati (37) seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Desa Towua, Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka meregang nyawa setelah dianiaya oleh suaminya.

Sebelum peristiwa naas itu terjadi, pelaku (Jumardin) sempat meminta korban (Kasmawati) untuk mengikatnya di dalam rumah.

Alasannya, karena pelaku kerap merasa ketakutan ketika dirinya melihat orang banyak. Kemudian pelaku kembali memerintahkan korban untuk menutup pintu rumah.

"Tidak lama setelah semua permintaan pelaku dipenuhi, anak korban mendengar suara teriakan dari dalam rumah. Setelah ditelusuri oleh sang anak, ternyata teriakan itu adalah teriakan ibunya. Dan disaksikan pula leher ibunya telah berlumuran darah akibat digigit oleh ayahnya," tutur AKBP Harry Goldenhardt. (N_RZ)

 

loading...