× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Pelaku Perusakan Mobil Anak Ali Mazi Berhasil Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Pelaku

Pelaku Perusakan Mobil Anak Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Tenggara, Alvin Taufan Putra berhasil ditangkap Pelaku Perusakan Mobil Anak Ali Mazi, Gubernur Sulawesi Tenggara, Alvin Taufan Putra berhasil ditangkap

KENDARI, TEROPONGSULTRA.COM- Misteri perusakan mobil Alvin Taufan Putra anak Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi pada 29 Mei 2021 lalu akhirnya terungkap.

Kepolisian Sektor (Polsek) Mandonga mengatakan, para pelaku berjumlah 3 (tiga) orang yang masih tergolong anak di bawah umur, dua diantaranya inisial IN (17) dan YH alias DA (17) telah ditangkap pada 29 Mei 2021, sementara  satu orang lainnya masih dalam pencarian polisi.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Mandonga, AKP Ketut Arya Wijanarka mengatakan motif pelaku merusak mobil korban adalah murni kenakalan remaja tanpa ada motif lain.

Sebelum melakukan pengerusakan, kata Arya pelaku IN terlebih dahulu mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) tradisional bersama teman-teman yang baru dikenalnya.

Usai pesta miras, kedua pelaku bersama rekan-rekannya yang berjumlah 17 orang berkonvoi di wilayah hukum Polsek Mandonga, tepatnya di Di jalan Jalan Sao-Sao, Jalan Abunawas, Jalan Made Sabara, Jalan Abd. Silondae, Jalan Malik Raya dan Jalan Saranani.

Di sekitaran jalan Saranani, salah satu dari pelaku melihat orang melambaikan tangan yang diketahui bernama Toni (saksi), kawanan ABG itu akhirnya menyambangi Toni dan melakukan percakapan.

"Setelah bercakap, tiba-tiba orang tersebut yang melambaikan tangan dan diajak cerita lari mengarah ke sebuah ruko milik Alvin (korban) dimana di halaman ruko diparkir mobilnya yaitu mobil jenis Toyota Fortuner Warna Putih nomor polisi DT 1534 SE," kata Ketut Arya di Mapolsek Mandonga, Rabu, (9/6/2021).

Karena mengira Toni bersembunyi di dalam mobil, para pelaku semerta-merta merusak mobil dengan cara melempar, memecahkan kaca dan menendang body mobil tersebut.

Atas tindakannya, para pelaku dikenakan pasal 171 ayat (1) KUHPIDANA Subsider Pasal 406 KUHP, Jo. Pasal 55, 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan.

 

loading...