× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Terdakwa Kasus Pungli, Divonis 1 Tahun Penjara, Begini Tanggapan Kuasa Hukumnya

Khalid Usman SH kuasa Hukum Yasin Arafad Khalid Usman SH kuasa Hukum Yasin Arafad

KENDARI, TeropongSultra.id , -Yasin Arafad terdakwa dalam kasus Pungutan Liar (Pungli) di Pelabuhan Jembatan Kota Baubau tahun 2016 lalu, akhirnya di Vonis Majelis Hakim selama satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta, di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor/PHI Klas I A Kendari, Selasa 12 Desember 2017.

Sidang yang dipimpimpin langsung oleh Majelis Hakim Irmawati Abidin SH MH beserta dua Hakim Anggotanya Dwi Mulyono SH dan Darwin Panjaitan SH, turut pula dihadiri oleh Kuasa Hukum Terdakwa, Khalid Usman SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau.

Setelah menjatuhkan hukuman kepada terdakwa tersebut, Majelis Hakim Irmawati Abidin, memberikan kesempatan bagi Kuasa Hukum terdakwa serta JPU untuk melakukan upaya hukum atas vonis terdakwa.

" Jadi kami memberi waktu selama tujuh hari untuk Kuasa Hukum terdakwa dan JPU, untuk pikir-pikir dengan putusan yang telah kami jatuhkan kepada terdakwa," kata Majelis Hakim dipersidangan.

Usai persidangan, Khalid Usman menjelaskan, bahwa pihaknya menerima putusan majelis yang dijatuhkan oleh kliennya. Namun dalam kasus tersebut pihaknya menyebutkn bahwa PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) juga harus bertanggung jawab dalam kasus tersebut.

" Kita tidak banding dengan putusan Majelis Hakim. Tapi yang harus diketahui bahwa seharusnya seluruh ASDP kota Baubau juga harus dijadikan terdakwa, karena klien saya hanya sebatas staff saja dan dia menjalankan perintah dari atasan, "bebernya.

Ditempat yang sama, JPU Kejari Baubau rupanya enggan untuk berkomentar saat hendak diwawancarai oleh awak media terkait kasus tersebut.

" Maaf yah saya tidak bisa berkomentar, kita lewat satu pintu melalui Kasipidsus yah, karena masih ada pimpinan diatas saya, "katanya

 

 

Laporan : Andi Fahrul

Editor     : Kevin

 
loading...