× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & Bisnis

Terdakwa La Ira dan Hairil Dituntut 1,6 Tahun Penjara

Ilustrasi Ilustrasi

KENDARI, TeropongSultra.id - Dugaan korupsi pengadaan Alat Peraga Edukatif (APE) Paud/TK, yang bersumber dari dana bantuan sosial (Bansos) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Baubau tahun 2015 lalu, oleh kedua terdakwa La Ira dan La Ode Hairil Anwar. Di tuntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) satu tahun enam bulan Penjara.

Sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Kendari pada Selasa (21/11/2017) lalu , JPU Kejati Sultra Abuhar SH, menuntut keduanya dengan pasal 3 Subsider UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pindana Korupsi.

" Tuntutan kita kemarin itu, kedua terdakwa kita tuntut satu tahun enam bulan penjara, serta denda Rp 50 juta, "ujarnya, Rabu (29/11/2017).

Tidak hanya dikenakan pidana penjara dan tuntutan saja. Kedua terdakwa itu juga dikenakan pula uang pengganti atas kerugian negara yang disebabkan oleh keduanya.

" Selain itu,kedua terdakwa juga kita kenakan uang pengganti atas kerugian negara masing-masing Rp 7 juta dan Rp 49 juta, untuk terdakwa La Ira dan La Ode Hairil Anwar, "papar Abuhar.

Untuk diketahui lebih lanjut, dalam dugaan kasus korupsi tersebut, temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Tenggara (Sultra), kerugian negara atas kasus itu ditaksir sebesar Rp 160 juta, dari total anggaran proyek yang bersumber dari Kemendikbud sebesar Rp 300 juta untuk tiap-tiap Sekolah PAUD/ TK Kota Bau-Bau.

 

Laporan : Andi Fahrul

Editor     : Kevin

loading...