× BerandaDaerahNasionalPolitikHukum kriminalInvestigasiSosial & BisnisWisataPutra Daerah

Asrun Disebut Bentuk Dinasti Politik, Ketua DPD II PAN Konut Angkat Bicara

Ketua DPD ll PAN Konut, Rauf. Foto: Istimewa Ketua DPD ll PAN Konut, Rauf. Foto: Istimewa

WANGGUDU, TEROPONGSULTRA -Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Amanat Nasional (PAN) II Konawe Utara (Konut), Rauf, menolak jika pencalonan Asrun sebagai Bakal Calon Gubernur Sultra disebut sebagai pola politik dinasti.

Menurutnya, istilah politik dinasti sudah tidk relevan lagi dengan asas demokrasi yang dianut dalam penyelenggaraan Pemilu di Indonesia, khususnya di Sultra.

"Yang memilih disini rakyat, mereka yang menentukan pilihan tanpa paksaan, jadi kalau disebut politik dinasti menurut saya sudah tidak relevan dengan asas demokrasi yang kita anut selama ini," ungkap Rauf, Jumat (22/12/2017).

Isu yang berhembus itu, lanjut Rauf, merupakan salah satu upaya menjatuhkan popularitas dan ektabilitas mantan Walikota kendari dua priode itu.

"Masyarakat jangan mudah terprovokasi. Ini merupakan demokrasi sesat, isu jabatan dinasti yang di hembuskan ke publik itu merupakan bagian dari akal-akalan dan permainan politik murahan. Logikanya, dalam proses demokrasi, pemimpin didaulat oleh rakyat karena pencapaian kinerjanya, bukan karena dia berdarah ningrat, atau dipilih karena jabatan turunan warisan raja atau ratu," tegasnya.

Dijelaskanya lagi, putra Asrun, Adriatma Dwi Putra (ADP) yang kini menggantikan ayahnya sebagai Walikota Kendari terpilih dengan pertimbangan elktabilitas yang moncer dan power kepemimpinan untuk membangun daerah dengan strategi cerdas. 

Hubungan ADP dan Asrun di birokrasi ini, justru menurutnya akan semakin memperkuat visi-misi mewujujudkan cita-cita membangun daerah untuk kepentingan masyarakat.

"Bukan Asrun yang Pilih ADP, tapi masyarakat. Soal ayah dan anak jadi kepala daerah juga secara konstitusi tidak ada masalah, jdi isu dinasti isu ketakutan aja,"tutupnya.

 

Laporan: Median

Editor: Alifiandra

loading...